Login

Lupa password?

Latest topics
» Model Interface
Wed Jan 02, 2013 9:26 am by Michi

» Materi Dosen
Wed Dec 19, 2012 10:00 am by Michi

» Materi 20 Nov '12
Mon Nov 26, 2012 2:57 pm by shaka

» Catatan
Fri Nov 23, 2012 11:51 am by idna

» Materi 1-5
Wed Nov 21, 2012 11:45 am by Michi

» 3. Masalah Penelitian
Wed Nov 07, 2012 11:17 am by idna


5 Hal yang Paling Ditakuti Remaja

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

5 Hal yang Paling Ditakuti Remaja

Post by Michi on Sat Mar 19, 2011 10:14 am






Penulis buku parenting membagi risetnya tentang hal-hal yang membuat remaja stres.
Para orang tua mungkin heran mengapa anak tak bercerita tentang
masalah yang dihadapinya. Biasanya, anak pada usia remaja merasa tak
nyaman untuk membicarakan masalahnya dengan orang dewasa. Mereka merasa
orang dewasa tak akan mengerti apa yang sedang mereka alami. Remaja
juga takut kena marah, dikritik, atau bahkan dihukum gara-gara masalah
yang tengah dialaminya.
Vanessa Van Petten, penulis buku parenting You’re Grounded!
yang memiliki misi memperbaiki hubungan orangtua-anak ini membagi
pengalamannya. Setiap kali Vanessa mewawancarai pelamar magang usia
remaja, dia meminta mereka menjawab dua pertanyaan: Apa yang paling
membuatmu khawatir? Bagian apa yang paling sulit dalam hidupmu?
Berikut adalah lima jawaban yang diperoleh Vanessa yang berguna bagi
Anda, para orangtua, untuk memastikan anak remaja terhindar dan
terlepas dari stres.


1. Interaksi Sosial
Para remaja seringkali butuh mengobrol dengan teman-temannya. Hal
ini terkadang membuat mereka terobsesi pada hubungannya dengan teman,
baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Interaksi sosial, jalinan
persahabatan dan pertemanan sangatlah penting bagi remaja. Mereka
mencemaskan apakah mereka cukup populer, apa mereka cukup menarik dan
menyenangkan, dan apa mereka menyinggung temannya.
Tips: Pastikan anak Anda memiliki teman dekat yang benar-benar dapat
memberi dukungan dan interaksi, bukan hanya 1000 teman di Facebook yang
tak ada wujud nyatanya. Beritahu dia perbedaan antara teman sekolah,
teman di dunia maya, dan sahabat. Tambahkan bahwa ia sebaiknya memupuk
pertemanan yang baik.


2. Sekolah
Walaupun para remaja stres tentang pekerjaan rumah, ujian, dan
guru-guru di sekolah, bagian yang paling membuat stres adalah melakukan
hal terbaik yang bisa ia lakukan, mengambil pelajaran yang tepat, dan
mengembangkan kemampuan atau bakatnya.

Tips: Ajak anak untuk memperhatikan nilai akademisnya bersama-sama
dengan Anda. Ia akan menjadi murid seperti apa? Berapa nilai minimal
yang harus dicapainya untuk mewujudkan masa depan yang dia inginkan?
Bantulah dia membuat tujuan dan batasan yang jelas, serta bimbinglah
mengarahkan langkah yang harus ditempuhnya.


3. Masa Depan
Para remaja biasanya cukup bimbang dengan masa depannya. Mereka tak
memahami akan jadi seperti apa masa depan mereka dan bahkan beberapa
remaja tidak yakin bagaimana untuk mempersiapkannya.

Tips: Bimbingan sangatlah diperlukan saat usia labil. Tekanan yang
dirasakan para remaja mungkin akan berkurang jika ia memiliki seseorang
yang sukses sehingga dapat memotivasinya di bidang yang ia minati. Bila
anak Anda belum bisa menentukan pilihan, carilah orang yang dapat
menuntunnya, seperti bibi, paman, saudara sepupu, dan tentunya Anda
sebagai orangtua.


4. Keuangan
Kriris ekonomi yang melanda telah membangkitkan kesadaran remaja
terhadap kondisi keuangan keluarga mereka, yang tentunya berkenaan
dengan masa depannya. Banyak remaja yang berusaha mencari pekerjaan
sambilan untuk dapat menghidupi diri mereka sendiri. Selain itu, dengan
berkembangnya film-film materialistis (seperti Gossip Girl), remaja
putri takut tak bisa mengimbangi pola hidup seperti teman-temannya.

Tips: Mulailah ajari anak Anda bagaimana mengelola uang dengan baik.
Hal ini akan mengurangi beban pikirannya. Lalu, untuk pembelanjaan,
pastikan ia tak akan lepas kontrol. Jika memberi kartu kredit, pilih
yang berlimit, sehingga tak akan terjadi overspending.


5. Percintaan
Banyak cara yang dilakukan remaja untuk mengekspresikan kegelisahan
cinta yang dialaminya. Beberapa penasaran bagaimana rasanya dan apakah
mereka akan merasakannya. Sebagian remaja akan mempertanyakan cinta
orangtua mereka ketika mereka dihukum. Sedangkan yang lain akan
menuntut lebih banyak cinta.

Tips: Orangtua selalu berpikir bahwa anak mereka
tahu seberapa besar mereka mencintainya. Namun, tidak selamanya hal
tersebut benar. Orangtua bukan hanya harus mengatakan ia menyayangi
anaknya, tetapi juga harus menjelaskan apakah arti cinta atau sayang
tersebut. Beritahu juga bahwa menyayangi pacar tidak selalu melibatkan
kontak fisik. Pengetahuan tersebut akan membantu mereka merasa aman dan
merasa diperhatikan.

_________________
Life's a Treat with Shaun The Sheep.. ^^

Michi
bclass 4 stars
bclass 4 stars

Jumlah posting : 722
Join date : 08.10.10
Age : 27
Lokasi : Pekanbaru

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik